Minggu, 24 Januari 2016

TUHAN MATI

Dalam satu periode sangat sulit , Martin Luther menanggung beban dan pergumulan yang berat. Sebenarnya Dia adalah seorang pribadi yang  periang dan suka tersenyum ,  tapi berubah menjadi murung , tertekan dan khawatir . Katherine istrinya mengalami hal ini selama berhari-hari . Suatu hari  Katherine menyambutnya di depan pintu dengan menggunakan gaun berkabung hitam .

"Siapa yang meninggal ?" tanya Luther.
" Tuhan , " kata Katherine .
" Sembarangan Kamu " kata Luther “Mengapa kau sebodoh itu”
" Betul !!!, " Katherine bersihkeras. " Pasti Tuhan sudah Mati , Kalau tidak Doktor Luther tidak akan begitu sedih seperti ini. "

Terapi ini  bekerja , dan Luther tersentak dari depresinya .

Tiba-tiba saya teringat cerita ini. Saya sedang duduk  di sebuah taman nan asri di satu kota sejuk di Jawa Timur, Sendiri memandang matahari terakhir di tahun 2015. Sebentar lagi tahun akan berganti, meninggalkan banyak kenangan. Ada perasaaan aneh dalam dada saya, sulit untuk diungkapkan.

Banyak sukacita, kesenangan dan kenikmatan hidup yang saya dapatkan di tahun ini, begitupula dengan kesedihan, rasa takut dan kehilangan pengharapan. Pergumulan  dan tekanan hidup seakan merampas sukacita dan kenikmatan yang lebih banyak saya terima. Menghabiskan banyak hari dengan rasa khawatir, takut dan terjebak dalam keputusasaan.

Saya merasa telah menjadi orang picik. Mencoba berjalan sendiri karena merasa mampu melewati saat-saat sulit,  tersesat dan tak tahu jalan keluar. Tak ada yang mampu menolong. Dalam keterpurukan jiwa, saya mengerti bahwa tidak ada jalan lain selain meyerah kepada sang Arsitek Agung.

Kehidupan kadang membuat saya lupa bahwa Tuhan Tidak pernah mati. Kesombongan diri-lah yang membuat saya berjalan tanpa berpegang padaNya. Setahun telah berlalu, yang tertinggal adalah cerita tentang kasih yang tak pernah mati.

Matahari telah menghilang, suara terompet mulai terdengar. Saya pun bergegas meningalkan taman, ada rasa optimis untuk menyambut tahun yang baru karena saya percaya, saya akan berjalan bersama Tuhan yang Hidup.

(DennySalean-Malang,31 Des 2015)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar