TUHAN MATI
Dalam satu periode sangat sulit , Martin Luther menanggung beban dan pergumulan yang berat. Sebenarnya Dia adalah seorang pribadi yang periang dan suka tersenyum , tapi berubah menjadi murung ,
tertekan dan khawatir . Katherine istrinya mengalami hal ini selama berhari-hari .
Suatu hari Katherine menyambutnya di depan pintu dengan
menggunakan gaun berkabung hitam .
"Siapa yang meninggal ?" tanya Luther.
" Tuhan , " kata Katherine .
" Betul !!!, " Katherine bersihkeras. " Pasti Tuhan sudah Mati , Kalau tidak Doktor Luther tidak akan begitu
sedih seperti ini. "
Terapi ini bekerja , dan Luther tersentak dari depresinya .
Tiba-tiba saya teringat
cerita ini. Saya sedang duduk di sebuah
taman nan asri di satu kota sejuk di Jawa Timur, Sendiri memandang matahari
terakhir di tahun 2015. Sebentar lagi tahun akan berganti, meninggalkan banyak
kenangan. Ada perasaaan aneh dalam dada saya, sulit untuk diungkapkan.
Banyak sukacita, kesenangan
dan kenikmatan hidup yang saya dapatkan di tahun ini, begitupula dengan
kesedihan, rasa takut dan kehilangan pengharapan. Pergumulan dan tekanan hidup seakan merampas sukacita dan
kenikmatan yang lebih banyak saya terima. Menghabiskan banyak hari dengan rasa
khawatir, takut dan terjebak dalam keputusasaan.
Saya merasa telah menjadi
orang picik. Mencoba berjalan sendiri karena merasa mampu melewati saat-saat
sulit, tersesat dan tak tahu jalan
keluar. Tak ada yang mampu menolong. Dalam keterpurukan jiwa, saya mengerti
bahwa tidak ada jalan lain selain meyerah kepada sang Arsitek Agung.
Kehidupan kadang membuat saya
lupa bahwa Tuhan Tidak pernah mati. Kesombongan diri-lah yang membuat saya
berjalan tanpa berpegang padaNya. Setahun telah berlalu, yang tertinggal adalah
cerita tentang kasih yang tak pernah mati.
Matahari telah menghilang,
suara terompet mulai terdengar. Saya pun bergegas meningalkan taman, ada rasa
optimis untuk menyambut tahun yang baru karena saya percaya, saya akan berjalan
bersama Tuhan yang Hidup.
(DennySalean-Malang,31 Des
2015)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar